Bagaimana komentar Anda terhadap Blog ini??

Cari Blog Ini

Selasa, 11 September 2012


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
[Ekonomi/Akuntansi SMA Kelas XI]
Disusun Untuk Melengkapi Tugas MK Teknologi Pembelajaran Akuntansi


Oleh :
Dhany Efita Sari
K7409036/PAK. A

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

              Sekolah                                    :  Sekolah Menengah Atas ( SMA )
              Mata Pelajaran                       :  Ekonomi/Akuntansi
              Kelas/Semester                      :  XI  IPS 2/Genap
              Alokasi Waktu                         : 1  x 45 menit

A.   STANDAR KOMPETENSI 
Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa

B.   KOMPETENSI DASAR
           Kemampuan menyusun jurnal penyesuaian akuntansi perusahaan jasa

C.    INDIKATOR
1.    Dapat menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian
2.    Dapat menjelaskan alasan-alasan yang mendasari pembuatan jurnal penyesuaian akuntansi perusahaan jasa
3.    Dapat menjelaskan fungsi jurnal penyesuaian akuntansi perusahaan jasa
4.    Dapat menjelaskan akun-akun yang perlu dibuat penyesuaian dalam perusahaan jasa
5.    Dapat menyusun jurnal penyesuaian dalam perusahaan jasa

D.   TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Siswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian
2.    Siswa diharapkan dapat menjelaskan dan memahami alasan-alasan yang menjadi dasar pembuatan jurnal penyesuaian akuntansi perusahaan jasa
3.    Siswa diharapkan dapat memahami fungsi jurnal penyesuaian akuntansi perusahaan jasa
4.    Siswa diharapkan dapat menjelaskan dan memahami akun-akun apa saja yang perlu dibuat penyesuaian dalam perusahaan jasa
5.    Siswa diharapkan dapat menyusun jurnal penyesuaian dalam perusahaan jasa

E.    Materi Pembelajaran
1. Definisi
          Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang  digunakan untuk menyesuaikan sisa akun-akun buku besar menjadi sisa yang sebenarnya dan untuk memisahkan pendapatan dan beban dalam satu periode ke periode yang lain.
2.  Mengapa jurnal penyesuaian dibuat?
          Neraca saldo merupakan dasar penyusunan laporan keuangan, namun kenyataannya belum menyajikan segenap informasi . Untuk itu penyusunan laporan keuangan diperlukan penyesuaian.
          Hal ini dikarenakan hal berikut:
1.      Menggunakan dasar waktu ( accrual basic)
2.      Masih bercampurnya rekening-rekening laba rugi dengan rekening neraca
Misalnya :
a.      Sewa diterima dimuka
b.      Asuransi dibayar dimuka
c.       Pendapatan yang masih harus diterima
d.      Biaya dibayar dimuka
Berdasarkan akun-akun diatas, sebagian jumlahnya dapat diakui dan masuk periode tahun-tahun yang berjalan (masuk laba rugi) dan sebagian lagi masuk periode berikutnya (masuk neraca)
3.      Ada transaksi yang belum dicatat selama periode berjalan
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang bertujuan untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan buku besar yang belum sesuai dengan jumlah yang sesungguhnya. Fungsi jurnal penyesuaian adalah mengoreksi akun harta, utang, modal, pendapatan, dan beban sehingga mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
3.   Fungsi
a.      Untuk menyesuaikan catatan supaya fakta yang ada mencerminkan saldo yang layak
b.      Mempermudah koreksi, jika terjadi kesalahan
4.  Akun yang memerlukan jurnal penyesuaian
          Menurut Niswonger, dkk ada dua bagian pos yang memerlukan penyesuaian. Bagian pertama adalah pos penangguhan (deferral), pos penangguhan ditandai dengan pencatatan transaksi sedemikian rupa sehingga menunda atau menangguhkan pengakuan beban (biaya) atau pendapatan. Pos yang termasuk pos penangguhan adalah sebagai berikut:
a.      Beban yang ditangguhkan (deffered expenses) atau beban dibayar dimuka (prepaid expenses) merupakan pos yang sejak awal dicatat sebagai aktiva, tetapi diharapkan menjadi beban di kemudian hari atau selama periode normal perusahaan. Pos lain adalah perlengkapan dan asuransi dibayar dimuka yang membutuhkan penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Contoh lain adalah iklan dibayar dimuka, bunga dibayar dimuka, dan lain sebagainya.
b.      Pendapatan yang ditangguhkan (deffered revenues) atau pendapatan diterima dimuka merupakan pos yang sejak awalnya dicatat sebagai kewajiban tetapi diharapkan menjadi pendapatan di kemudian hari atau selama periode normal binis. Contoh akun yang ditangguhkan adalah sewa diterima dimuka, uang langganan majalah yang diterima penerbit, honor tahunan kantor pengacara, dan lain sebagainya.
         Bagian kedua yang perlu diadakan penyesuaian adalah pos actual. Pos ini timbul akibat tidak adanya pancatatan beban yang terjadi atau pendapatan yang dihasilkan. Pengertian singkat dari pos ini adalah pos yang timbul sejalan dengan berlalunya waktu namun tidak dilakukan pencatatan atas pos tersebut. Pos ini terdiri dari sebagai berikut:
a.    Beban actual atau kewajiban actual, yaitu beban yang telah terjadi, tetapi belum dicatat dalam akun. Contoh akunnya adalah utang gaji kepada karyawan.
b.    Pendapatan actual atau aktiva actual dalah pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum dicatat dalam akun. Contohnya honor atas jasa yang telah disediakan oleh lembaga pendidikan atau pengacara tetapi belum ditagih.
5.     Penyusunan Jurnal Penyesuaian Melalui Kertas Kerja
1.    Perlengkapan
         Perlengkapan dibeli oleh perusahaan dalam jumlah yang banyak dan sekaligus, tetapi pemakaiannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, pada setiap akhir periode akuntansi harus dihitung berapa yang terpakai dan berapa sisa yang tinggal.
Ada dua metode pencatatan pemakaian perlengkapan:
*      Metode Harta
Apabila pada saat membeli dicatat sebagai perlengkapan (di Neraca Saldo akun yang muncul adalah Perlengkapan), jumlah yang harus disesuaikan dihitung yang sudah digunakan atau dipakai.
Contoh jurnal penyesuaian pemakaian perlengkapan metode harta adalah sebagai berikut:
Perlengkapan pada neraca saldo adalah Rp 3.000.000, menurut data penyesuaian perlengkapan yang masih ada Rp 1.000.000.

Berikut adalah langkah-langkah menyusun jurnal penyesuaian sesuai dengan soal diatas:














No. Akun
Nama Akun
Neraca Saldo
AJP
              NSD
D
K
D
K
D
K

Perlengkapan
3.000.000


2.000.000
1.000.000










Beban Perlengkapan


.000.000

2.000.000






Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
2011
Januari

31

Beban Perlengkapan
     Perlengkapan



Rp 2.000.000,00


Rp 2.000.000,00






 (yang dimasukkan adalah jumlah perlengkapan yang terpakai)

*      Metode Beban
Apabila pada saat membeli dicatat sebagai beban (di Neraca Saldo akun yang muncul adalah Beban Perlengkapan), jumlah yang harus disesuaikan dihitung yang masih ada (yang belum digunakan).
Contoh jurnal penyesuaian pemakaian perlengkapan metode harta adalah sebagai berikut:
Beban Perlengkapan pada Neraca Saldo adalah sebesar 5.000.000, pada akhir periode, perlengkapan yang masih ada sebesar 1.000.000
No. akun
Nama Akun
NS
 AJP
              NSD
D
K
    D
K
D
K

Beban Perlengkapan
5.000.000


1.000.000
4.000.000










Perlengkapan


1.000.000

1.000.000










Tanggal

Keterangan

Ref

Debet

Kredit
2011
Januari

31

Perlengkapan
     Beban Perlengkapan



Rp 1.000.000,00


Rp 2.000.000,00











2.    Penyusutan Aktiva Tetap
Seluruh aktiva tetap, kecuali tanah, yang dipakai perusahaan nilainya akan berkurang (menyusut). Agar pembelian aktiva tetap tidak merupakan beban sekaligus, maka tiap-tiap akhir periode diadakan penyusutan berdasarkan umur manfaat yang diberikan oleh aktiva tetap tersebut.
Contoh:
Pada neraca saldo Bengkel “Ridho Jaya Motor”, Peralatan servis sebesar Rp. 30.000.000,00. Pada akhir periode, data penyesuaian menunjukkan penyusutan sebesar 2% dari harga beli.
Berikut adalah jurnal penyesuaian yang dibuat sesuai dengan soal diatas:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


Beban peny. Peralatan
    Akum. peny peralatan

Rp 600.000,00

Rp 600.000,00







3.      Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Biaya-biaya yang masih sampai dengan tanggal penyusunan laporan keuangan telah menjadi kewajiban perusahaan, meskipun belum dibayar harus diakui dan dicatat sebagai biaya dalam periode terjadinya biaya tersebut.
Contoh:
Data penyesuaian Bengkel “Ridho Jaya Motor” pada akhir periode menunjukkan gaji karyawan bengkel yang belum dibayar sebesar Rp 100.000,00.
Berikut adalah jurnal penyesuaian yang dibuat sesuai dengan soal diatas:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


Beban gaji
     Utang gaji

Rp 100.000,00

Rp 100.000,00







4.      Pendapatan Yang Masih Harus Diterima
Pendapatan-pendapatan yang sampai dengan tanggal penyusunan laporan keuangan telah menjadi hak perusahaan, meskipun uangnya belum diterima uangnya harus diakui sebagai pendapatan dalam periode terjadinya pendapatan tersebut.
Contoh:
Menurut data penyesuaian Bengkel “Ridho Jaya Motor” pada akhir periode, terdapat pendapatan servis yang masih harus diterima sebesar Rp. 800.000.
Berikut adalah jurnal penyesuaian yang dibuat sesuai dengan soal diatas:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


Piutang pendapatan servis
     Pendapatan servis

Rp 800.000,00


Rp 800.000,00








5.      Pendapatan Yang Diterima Dimuka
Pendapatan yang diterima dimuka harus dipisahkan berapa yang menjadi pendapatan periode yang bersangkutan dan berapa yang menjadi pendapatan periode yang akan datang.
Ada 2 metode pencatatannya, yaitu:
           Metode Utang
Apabila saat menerima pendapatan dicatat sebagai utang (di Neraca Saldo terdapat akun …………….diterima dimuka), jumlah yang harus disesuaikan dihitung yang sudah betul-betul menjadi pendapatan periode yang bersangkutan.
Contoh:
Sewa diterima dimuka pada neraca saldo sebesar 6.000.000, sewa diterima tanggal 1 April 2011 untuk 1 tahun.
Berikut adalah langkah-langkah menyusun jurnal penyesuaian sesuai dengan soal diatas:

No. akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K

Sewa diterima dimuka

6.000.000
4.500.000


1.500.000









Pendapatan sewa



4.500.000



Sehingga dapat disusun AJP nya sebagai berikut:

Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


Sewa diterima dimuka                                                 
    Pendapatan Sewa
    

Rp 4.500.000,00


Rp 4.500.000,00







*      Metode Pendapatan
Apabila pada saat menerima pendapatan dicatat sebagai pendapatan ( di neraca saldo terdapat akun Pendapatan ……………. ), jumlah yang harus disesuaikan dihitung yang sebenarnya menjadi pendapatan untuk periode berikutnya. Contoh:
Pendapatan sewa di neraca saldo sebesar 8.000.000, pada akhir periode sewa yang diterima lebih dahulu adalah sebesar 3.000.000.
Berikut adalah langkah-langkah menyusun jurnal eyesuaian sesuai dengan soal di atas:

No. akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K

Pendapatan Sewa

8.000.000
3.000.000


5.000.000









Sewa diterima dimuka



3.000.000



Jurnal penyesuaiannya dapat disusun sebagai berikut:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


Pendapatan Sewa   

     Sewa Diterima Dimuka

Rp 3.000.000,00


Rp 3.000.000,00








6.      Persekot Biaya atau Biaya Dibayar Dimuka
Persekot atau biaya yang dibayar dimuka ang telah dibayar sampai dengan tanggal penyusunan laporan keuangan harus dipisahkan, berapa yang menjadi biaya yang bersangkutan dan berapa yang menjadi biaya pada periode yang akan datang.
Ada 2 metode pencatatan persekot biaya:
*   Metode Harta/Metode Piutang
Apabila pada saat membayar beban dicatat sebagai harta/piutang (di Neraca Saldo terdapat akun …………….. dibayar dimuka), jumlah yang harus disesuaikan dihitung yang sudah dijalani (yang sudah menjadi beban).
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


Beban ………….
     ………….. dibayar dimuka


Rp xxx


Rp xxx







*   Metode Beban
Apabila pada saat membayar beban dicatat sebagai beban (di Neraca Saldo terdapat akun Beban ………… ), jumlah yang harus disesuaikan dihitung yang belum dijalani.
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit


………….. dibayar dimuka
       Beban ………………   


Rp xxx


Rp xxx







F.    METODE PEMBELAJARAN                              
*   Cooperative Learning – STAD (Student Teams Achievement Divisions) 
*   Ceramah
*   Tanya jawab
*   Diskusi kelompok    

G.   SUMBER PEMBELAJARAN
*   Buku Prinsip-Prinsip Akuntansi 1 SMA kelas XI (Yudistira)
*   LKS Akuntansi SMA kelas XI disusun oleh Tim MGMP Akuntansi SMA Kab. Karanganyar




H.   MEDIA PEMBELAJARAN
*      Media cetak ( buku pendamping Akuntansi SMA Kelas XI)
*      Media cetak (handout materi terkait contoh dan langkah-langkah penyusunan jurnal penyesuaian melalui kertas kerja)
*      Media cetak (lembar kerja yang berisikan soal uraian dan lembar jawab yang berisikan format kertas kerja dan jurnal penyesuaian)
*      Media visual : materi dalam bentuk presentasi PowerPoint (PPT)
*      Whiteboard dan spidol
*      Laptop dan LCD Projector

I.      LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN


No.
Kegiatan
Waktu
1.       
PEMBUKAAN
a.    Guru memberikan salam dan melakukan presensi
b.    Guru  menghubungkan materi sebelumnya (Apersepsi), terkait neraca saldo dengan materi yang akan diajarkan yaitu jurnal penyesuaian melalui tanya jawab
c.    Guru  menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang hendak dicapai serta tujuan pembelajaran
d.   Guru memberikan motivasi berupa pengertian kepada siswa, terkait pentingnya penyusunan  Jurnal Penyesuaian pada akuntansi perusahaan jasa dan memberikan motivasi terkait manfaat bagi siswa  dalam mengikuti PBM jurnal penyesuaian
5 menit
2.       
KEGIATAN INTI
a.    Guru menjelaskan pengertian jurnal penyesuaian dengan menggunakan presentasi PowerPoint
b.    Guru menjelaskan alasan-alasan yang mendasari pembuatan jurnal penyesuaian
c.    Guru menjelaskan fungsi jurnal penyesuaian
d.    Guru menjelaskan akun apa saja yang perlu dibuatkan jurnal penyesuaian
e.    Guru menjelaskan langkah-langkah penyusunan jurnal penyesuaian melalui kertas kerja
f.     Guru menginstruksikan pada siswa untuk berdiskusi kelompok terkait dengan materi yang telah dijelaskan, sehingga guru membentuk kelompok diskusi dengan anggota kelompok diskusi siswa yakni yang sederet/sebangku.
g.    Setelah siswa berdiskusi kelompok, guru membagikan soal uraian dan lembar jawabannya yang berisi format kertas kerja untuk memudahkan pengerjaan soal-soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa. Soal dibagikan masing-masing individu dan dikerjakan secara individual.
h.    Setelah pengerjaan selesai, lembar jawab ditukarkan pada siswa lain. Guru dan siswa bersama-sama membahas pengerjaan soal jurnal penyesuaian yang telah dikerjakan siswa dengan menunjuk beberapa siswa untuk maju ke depan kelas mengerjakan soalnya.
i.      Guru memperbaiki jawaban siswa yang dikerjakan di depan kelas apabila terdapat kesalahan dalam pengerjaan.
j.      Guru memerintahkan pada siswa untuk menilai pekerjaan temannya (siswa yang lain), kemudian nilai individual diakumulasikan dengan nilai siswa lain dalam kelompoknya sehingga diperoleh nilai rata-rata kelompok.
k.    Guru memberikan penguatan prestasi (hadiah) bagi kelompok dengan nilai rata-rata tertinggi.
35 menit
3.       
PENUTUP
a.    Guru memberikan refleksi dan kesimpulan mengenai materi jurnal penyesuaian yang dibahas.
b.    Guru menghimbau siswa untuk mempelajari materi selanjutnya untuk perteuan berikutnya.
c.    Guru menutup kegiatan pembelajaran dan memberikan salam.
5 menit



J.      PENILAIAN PEMBELAJARAN
 Teknik Penilaian                          : Penilaian Hasil
 Bentuk Instrumen Test                 : Test tertulis uraian
 Instrumen                                    : Soal uraian (Terlampir)& Lembar Jawaban (Terlampir)



Mengetahui
Kepala Sekolah
  

Drs. H. Ridho Hari Nugroho,  M.M
NIP 131479720

Karanganyar , 18 Mei 2012
               Guru Akuntansi


           Dhany Efita Sari, S.Pd.
                 NIP 131811866


LAMPIRAN I

LATIHAN  SOAL
EFITA SALON
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2010

No.
Nama Akun
Debet
Kredit
111
112
113
121
122
211
311
312
411
412
511
512
Kas
Asuransi dibayar dimuka
Perlengkapan 
Peralatan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Utang Usaha
Modal, Efita
Prive, Efita
Pendapatan Salon
Pendapatan Sewa
Beban Listrik dan Air
Beban Gaji
Rp 7.000.000,00
Rp 1.200.000,00
Rp 1.600.000,00
Rp 2.000.000,00



       Rp   100.000,00


      Rp    120.000,00
      Rp    750.000,00





       Rp   400.000,00
Rp 1.300.000,00
Rp 6.000.000,00

Rp 4.270.000,00
       Rp   800.000,00



Rp 12.770.000,00
Rp 12.770.000,00



DATA PENYESUAIAN 31 DESEMBER 2010
a.      Asuransi dibayar tanggal 1 Agustus 2010 untuk 1 tahun.
b.      Perlengkapan yang sudah digunakan Rp 1.500.000,00.
c.       Peralatan disusutkan 10% dari harga perolehan/harga beli.
d.      Pendapatan salon yang masih harus diterima Rp 200.000,00
e.      Sewa diterima lebih dahulu Rp 500.000,00
Diminta:
Buatlah ayat Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2010!



Jawaban:


Jurnal Penyesuaian
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
(Rp.)
Kredit
(Rp.)
2010





Des
31


31


31


31


31
Beban asuransi
       Asuransi dibayar dimuka

Beban perlengkapan
       Perlengkapan

Beban penyusutan peralatan
        Akumulasi penyusutan peralatan

Pendapatan salon ymh diterima
       Pendapatan salon

Pendapatan sewa
        Utang sewa

500.000


1.500.000


200.000


200.000


500.000

500.000


1.500.000


200.000


200.000


500.000

Nilai Tiap Poin Penyesuaian: 20
Total Nilai: 5 x 20 = 100






LAMPIRAN II

LEMBAR JAWABAN
MENYUSUN JURNAL PENYESUAIAN EFITA SALON
MELALUI KERTAS KERJA
a.      
No.
akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K

































b.    
No.
akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K

































c.   
No.
akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K

































d.
No.
akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K

































e.  
No.
akun
Nama Akun
NS
AJP
NSD
D
K
D
K
D
K


































Jurnal Penyesuaian
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
(Rp.)
Kredit
(Rp.)
2010





Des
31


31


31


31


31







RESUME PENGANTAR TEORI AKUNTANSI--HENDRIKSEN

RESUME
PENGANTAR TEORI AKUNTANSI

A.      Pengertian Teori Akuntansi
Pengertian teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena atau fakta. Dari pengertian diatas, tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi. Menjelaskan berarti menganalisis dan memberi alasan mengapa fenomena atau fakta seperti yang diamati. Memprediksi berarti memberi keyakinan bahwa kalau asumsi-asumsi atau syarat-syarat yang diteorikan dipenuhi besar kemungkinan suatu fenomena atau fakta tertentu akan terjadi.
Sedangkan definisi teori akuntansi menurut Hendriksen dan Van Breda (1992) mendefinisikan teori akuntansi sebagai berikut:”....penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip-prinsip yang luas (a set of broad priciples) yang memberikan rerangka referensi umum untuk mengevaluasi praktek akuntansi dan memberikan pedoman dalam mengembangkan praktek dan prosedur akuntansi yang baru”. Definisi tersebut dapat dilihat bahwa “teori akuntansi” tidak lepas dari praktek akuntansi karena tujuan utamanya adalah menjelaskan praktek akuntansi berjalan dan memberikan dasar bagi pengembangan praktek tersebut.
1.    Teori akuntansi merupakan penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang memberikan kerangka acuan umum yang dapat digunakan untuk menilai praktek akuntansi memberi arah pengembangan prosedur dan praktek baru.
Secara luas pengertian teori akuntansi tersebut meliputi:
Pemilihan metode penilaian (valuation methods).
2.    Pengembangan Rerangka konseptual (conceptual framework) akuntansi sebagai landasan penyusunan aturan akuntansi.
3.    Penilaian kesesuaian rerangka konseptual akuntansi dan prinsip-prinsip lainnya yang menjadi pedoman dalam penyusunan aturan akuntansi.
4.    Penelaahan alas an perusahaan memilih metode akuntansi tertentu diantara alternative-alternativenya.

Dengan adanya informasi baru atau teori baru yang memungkinkan peramalan yang lebih baik, maka teori yang ada harus dimodifikasi atau ditinggalkan. Pendapat umum mengenai "apa yang naik pasti akan turun" ternyata harus dimodifikasi setelah diketahui bahwa benda yang ditembakkan keangkasa tidak kembali kebumi, meskipun teori gaya tarik bumi yang telah diperbaiki, sejak lama telah meramalkan peristiwa semacam ini. Jadi prediktibilitas atau kemampuan untuk meramalkan merupakan sesuatu yang relatif, yang diperbaiki secara bertahap dengan dikembangkannya teori yang lebih baik atau metode yang lebuh baik untuk menerapkan teori tersebut.

B.       Tingkatan Teori Akuntansi
Eldon Hendriksen membagi teori akutansi dalam tiga tingkat sebagai berikut :
1.    Teori – teori yang mencoba menjelaskan praktek – praktek akutansi masa kini dan meramalkan bagaimana tanggapan para akuntan terhadap situasi – situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan peristiwa – peristiwa tertentu. Teori – teori ini disebut teori sintaktikal atau syntactical theories.
Teori-teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi antara lain teori praktek akuntansi tradisional (oleh Ijiri dan Sterling) yang disebut model Ijiri, model ini menerangkan praktek akuntansi tradisional yang ditekankan pada sistem biaya historis/ harga perolehan (historical cost system). Diperlukan untuk memperoleh pandangan yang lebih luas tentang praktek yang sedang berlangsung. Teori ini memungkinkan untuk dievaluasi secara lebih tepat, juga memungkinkan pengevaluasian terhadap praktek-praktek yang ada, yang tidak sesuai dengan teori tradisional. Teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi dapat diuji untuk melihat konsistensi logis dalam teori itu, atau untuk melihat apakah teori-teori itu bener-bener dapat meramalkan apa yang dikerjakan akuntan. Pengujian lain menunjukkan bahwa meskipun teori tradisional tidak lengkap, namun sudah menunjukkan variabel-variabel yang relevan.
2.    Teori – teori yang memusatkan perhatian kepada hubungan antara fenomena (objek atau peristiwa) dengan simbol yang mewakili fenomena tersebut. Teori - teori ini disebut teori semantikal atau interpretasional (semantical theories atau interpretational theories).
Para akuntan, dengan meminjam berbagai gagasan dari ilmu ekonomi, telah berusaha menjembatani pengukuran – pengukuran akutansi dengan fenomena – fenomena yang nyata. Contoh dari usaha ini dapat ditemukan dalam karya – karya Canning13), Sprouse dan Moonitz14), serta Edwards dan Bell15).
Sprouse dan Moonitz menyarankan bahwa interpretasi yang terbaik mengenai penilaian aktiva adalah bahwa aktiva mengandung nilai jasa – jasa dimasa yang akan datang (value of future service).
Berbagai prosedur yang dipakai untuk mengukur aktiva, selanjutnya dinilai berdasarkan kemampuan prosedur – prosedur tersebut mengukur nilai jasa – jasa dimasa yang akan datang. Edwards dan Bell memberikan interpretasi ekonomi terhadap konsep nilai (value) dan laba; mereka kemudian menyarankan bagaimana nilai dan laba dapat diukur secara praktis. Selanjutnya, setelah pengkajian oleh Canning, Sprouse dan Moonitz, serta Edwards dan Bell, bebarapa pengkajian empiris dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara interpretasi ekonomis dengan pengukuran – pengukuran yang diperoleh dari data yang sebenarnya.
3.      Teori – teori yang menekankan perilaku atau akibat – akibat yang ditimbulkan oleh laporan keuangan terhadap keputusan yang diambil para pemakai laporan. Teori – teori ini disebut teori perilaku atau teori pragmatis (behavioral theories atau pragmatic theories).
Teori ini menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansi terhadap perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi adalah penerimaan orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan. Sasarannya pada relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan perilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat penyajian informasi akuntansi serta pengaruh laporan dari pihak eksternal terhadap manajemen dan pengaruh umpan balik terhadap tindakan para akuntan dan auditor. Jadi, teori perilaku mengukur dan menilai pengaruh-pengaruh ekonomik, psikologis, dan sosiologis dari prosedur akuntansi alternatif dan media pelaporannya.

C.      Penalaran Deduktif dan Induktif
1.         Penalaran Deduktif
Metode penalaran deduktif dalam akuntansi adalah proses yang bermula dengan tujuan dan postulat, yang dari sini diturunkan prinsip-prinsip logis yang memberikan landasan bagi penerapan yang konkret dan praktis. Jadi, aturan atau penerapan praktis berasal dari penalaran logis, postulat dan prinsip yang ditarik secara logis seharusnya tidak hanya mendukung atau berusaha menjelaskan kelaziman akuntansi atau praktek yang sekarang telah diterima. Struktur proses deduktif mencakup hal-hal sebagai berikut:
a)    Perumusan tujuan umum dan khusus laporan keuangan
b)   Pernyataan mengenai postulat akuntansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, politik, dan sosial dimana akuntansi harus berperan
c)    Seperangkat kendala untuk mengarahkan proses penalaran
d)   Suatu struktur, rangkaian simbol, atau kerangka acuan dimana ide-ide dapat dinyatakan dan diikhtisarkan
e)    Pengembangan seperangkat definisi
f)    Perumusan prinsip atau pernyataan umum mengenai kebijakan yang diturunkan dari proses logic
g)   Penerapan prinsip-prinsip dalam situasi khusus dan penetapan metode serta aturan prosedural
Dalam proses deduktif, perumusan tujuan sangat penting karena tujuan yang berbeda dapat mensyaratkan struktur yang sama sekali berbeda dan menghasilkan prinsip-prinsip yang berbeda pula.
Teori akuntansi harus cukup fleksibel untuk memenuhi berbagai tujuan yang berbeda, tetapi cukup ketat untuk mempertahankan keseragaman dan konsistensi dalam laporan keuangan kepada pemegang saham dan masyarakat umum. Kelemahan metode deduktif adalah jika setiap postulat dan premis ternyata salah, maka kesimpulannya juga akan salah. Metode ini juga dianggap menyimpang dari kenyataan untuk bisa menurunkan prinsip yang realistis dan berguna, atau untuk memberikan dasar bagi aturan-aturan praktis.
2.         Penalaran Induktif
Proses induktif meliputi penarikan kesimpulan umum dari pengamatan dan pengukuran yang terinci. Pendekatan induktif tidak dapat dipisahkan dari pendekatan deduktif, karena pendekatan deduktif memberikan petunjuk pemilihan data yang akan ditelaah. Dalam akuntansi, proses induktif melibatkan pengamatan data keuangan perusahaan. Jika terdapat hubungan yang berulang-ulang, maka generalisasi dan prinsip dapat dirumuskan, sehingga ide dan prinsip yang baru dapat ditemukan, khususnya bila pengamatan tidak dipengaruhi oleh prinsip dan praktek yang berlaku.
Misalnya pengamatan terhadap sejumlah perusahaan dapat dibuktikan kecenderungan historis dari penjualan masa lalu merupakan alat ramal yang lebih baik untuk kas yang akan diterima dari pelanggan pada masa yang akan datang ketimbang catatan kas yang sesungguhnya diterima pada masa lalu karena adanya tenggang waktu dalam proses penagihannya.
Keunggulan pendekatan induktif adalah tidak perlu dibatasi oleh model atau struktur yang ditetapkan terlebih dahulu. Para peneliti bebas mengadakan pengamatan yang dianggap relevan, generalisasi atau prinsip yang telah dirumuskan harus ditegaskan dengan proses logis pendekatan deduktif dan pembuktian kesimpulan.
Kelemahan utama prosesi induktif adalah bahan pengamat mungkin dipengaruhi oleh ide-ide di bawah sadar mengenai hubungan apa yang relevan dan data apa yang harus diamati. Kesulitan pendekatan induktif dalam akuntansi adalah data mentah mungkin berbeda bagi setiap perusahaan, yang mungkin hubungannya berbeda sehingga sulit menarik generalisasi dan prinsip-prinsip dasar.
Teori induktif maupun deduktif bersifat deskriptif atau normatif. Teori deskriptif berusaha menguraikan dan menjelaskan apa dan bagaimana informasi keuangan disajikan serta dikomunikasikan kepada pemakai data akuntansi. Teori normatif menjelaskan data apa yang seharusnya dikomunikasikan dan bagaimana data itu harus disajikan.


D.      Beberapa Pendekatan Perilaku Altenatif
Salah satu langkah pertama dalam pengembangan teori akuntansi adalah pernyataan yang jelas mengenai tujuan perilaku (behavioral objectives) pemakai laporan. Berberapa alternatif pendekatan perilaku adalah sebagai berikut:
1.    Teori-teori Penilaian Investasi
Tujuan utama laporan akuntansi keuangan adalah untuk menyajikan informasi kepada para pemegang saham dan para calon pembeli saham guna membantu mereka mengambil keputusan utnuk membeli atau menjual atau menahan saham biasa perusahaan. Teori ini mencakup:
a)    Teori-teori nilai intrinsic, untuk menjelaskan harga surat berharga. Nilai intrinsik adalah nilai yang dianggap investor sebagai nilai yang sesungguhnya dari surat berharga dan nilai yang akan tercermin dalam harga pasarnya.
b)   Hipotesis pasar yang efisien, menyatakan bahwa pasar surat berharga adalah efisien. Tiga bentuk pasar efisien yang dikenal secara umum adalah (1) bentuk lemah – harga-harga surat berharga mencerminkan informasi yang tersirat dalam urutan harga historis; (2) bentuk semikuat – harga-harga surat berharga mencerminkan sepenuhnya seluruh informasi yang tersedia bagi publik mengenai perusahaan; (3) bentuk kuat – harga-harga surat berharga mencerminkan bahkan termasuk informasi khusus.  
c)    Teori Portofolio, menyatakan bahwa para investor yang rasional akan lebih suka menyimpan surat berharga yang memaksimisasi rate of return (tingkat laba) yang diharapkan untuk tingkat risiko tertentu atau meminimisasi tingkat risiko untuk tingkat laba yang diharapkan. Teori portofolio bersifat normatif karena menjelaskan bagaimana investor seharusnya bertindak, teori ini penting karena menunjukkan perlunya membedakan antara risiko sistematik (variabilitas yang dikaitkan dengan pergerakan harga pasar umum) dan risiko nonsistematik (variabilitas tingkat laba suatu surat berharga yang tidak dikorelasikan dengan tingkat laba untuk pasar secara keseluruhan).
2.    Pemrosesan Informasi Manusia
Tujuan telaah ini adalah:
a)    Untuk meningkatkan kemampuan informasi keuangan untuk mencerminkan secara akurat obyek atau kejadian yang sesungguhnya
b)   Untuk memahami bagaimana jumlah, jenis dan format informasi keuangan mempengaruhi penilaian atau prediksi para pemakai
c)    Untuk memahami kemampuan pengambil keputusan untuk bereaksi secara tepat terhadap persepsi lingkungan (ketepatan reaksi)
d)   Untuk memahami bagaimana para individu menangani kerumitan dalam pengambilan keputusan
e)    Indikator prediktif
Ada empat cara untuk mengaitkan data akuntansi dengan masukan model-model keputusan :
a)    Prediksi langsung, dibuat oleh akuntan dan pihak manajemen dalam bentuk prakiraan (forecast) yang dapat diuji akuntan independen.
b)   Prediksi tak langsung, merupakan konsep yang paling umum diterapkan. Data masa lalu dianggap memiliki kemampuan prediktif yang dapat digunakan untuk memperkirakan obyek atau kejadian masa datang.
c)    Penggunaan indikator utama akan menekankan kemampuan akuntansi untuk meramalkan titik balik.
d)   Penggabungan informasi dapat digunakan sebagai indikator prediktif, data akuntansi tertentu tidak dapat digunakan untuk membuat prediksi, tetapi mungkin akan menjadi relevan bila digabung dengan informasi lainnya untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang.
3.    Pendekatan Kejadian/ events approach
Tiga masalah dalam pengembangan teori akuntansi adalah:
a.    Haruskah laporan keuangan ditujukan pada pemakai tertentu dan kebutuhannya atau pada berbagai pemakai yang kebutuhannya bermacam-macam.
b.    Seberapa rinci jenis informasi akuntansi tertentu harus disajikan
c.    Jenis informasi apa yang harus dipilih untuk disajikan
Kelemahan pendekatan ini adalah:
*   Kriteria untuk memilih informasi apa yang harus disajikan tidak jelas, sehingga tidak mengarah pada teori akuntansi yang berkembang .
*   Perluasan data mungkin menyebabkan informasi yang berlebihan bagi pemakainya.
*   Tidak terdapat bukti bahwa pengukuran kejadian lebih dapat diverifikasi daripada pengukuran obyek, atau penyajian ciri-ciri kejadian membutuhkan prediksi yang lebih baik daripada penyajian kejadian dan obyek yang dipilih.
4.    Pendekatan Etis
Pendekatan etis terhadap teori akuntansi menekankan konsep keadilan, kebenaran, dan kewajaran. Konsep dasarnya adalah:
a.    Prosedur akuntansi harus memberikan perlakuan yang adil (sama rata) bagi semua pihak yang berkepentingan
b.    Laporan keuangan harus menyajikan laporan yang benar dan akurat tanpa kesalahan penyajian
c.    Data akuntansi haruslah wajar, tidak menyesatkan, dan tidak memihak pada kepentingan tertentu.
5.    Pendekatan Akuntansi Sosial Perusahaan
Teori akuntansi sosial mensyaratkan suatu pernyataan tujuan, konsep sosial dan metode pengukurannya, struktur pelaporan dan komunikasi informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan meliputi biaya dan manfaat internal bagi perusahaan, serta biaya dan manfaat yang hanya mempengaruhi pihak luar, membuat perbandingan sasaran perusahaan dan kegiatan yang berkaitan dengan prioritas sosial, dan mempertanggungjawabkan sumbangan terhadap tujuan sosial kepada masyarakat umum.

E.       Verifikasi Teori Akuntansi
Dalam pengembangan pemahaman akuntansi atau praktek akuntansi, teori akuntansi harus dapat dikonfirmasi. Konfirmasi harus dapat diterima pada beberapa tingkat:
a)      Premis mengenai dunia nyata harus berdasarkan hubungan antara pernyataan dan gejala yang dapat diamati
b)      Hubungan beberapa pernyataan didalam teori harus dapat diuji dari segi konsistensi logis
c)      Jika ada premis yang didasarkan pada pertimbangan nilai yang tidak pasti, maka kesimpulan teori atau hipotesis yang sedang diuji harus tergantung pada verifikasi nilai yang independen.

F.       Kontroversi dalam Pengembangan Prinsip dan Prosedur Akuntansi
Setiap pendekatan teori akuntansi berperan membantu penerapan dan pengevaluasian prinsip dan prosedur akuntansi. Pengembangan dan penerapan teori akuntansi berusaha menempatkan semua pendekatan teori dalam prespektif yang tepat dengan penekanan khusus pada proses deduktif yang disertai pembahasan verifikasi empiris dimana temuan penelitian dianggap relevan.